Lompat ke konten
Bunga Deposito
angkita.com · Kalkulator Bunga Deposito & Pajak Final · dicetak

Kalkulator Bunga Deposito & Pajak Final

Hitung bunga deposito bersih setelah pajak final 20%, termasuk simulasi ARO (perpanjangan otomatis) majemuk per periode. Gratis, langsung di browser.

PP 131/2000 & KMK 51/2001Ditinjau 20 Sep 2026
% / tahun
Tenor

Bagaimana bunga deposito dihitung

Bunga deposito dihitung dari tiga hal: pokok (nominal yang kamu depositokan), suku bunga per tahun, dan tenor (jangka waktu, dalam hari). Rumus dasarnya sederhana:

Bunga kotor = Pokok × Suku bunga per tahun × (Tenor dalam hari ÷ 365)

Karena suku bunga selalu dinyatakan per tahun sementara tenor deposito biasanya cuma 1, 3, 6, atau 12 bulan, bagian “tenor ÷ 365” ini yang mengubah suku bunga tahunan jadi bunga sesuai lama deposito kamu benar-benar mengendap. Semakin pendek tenornya, semakin kecil proporsi bunga tahunan yang kamu terima di satu periode itu.

Pajak final 20% — dan pengecualiannya

Bunga deposito dan tabungan di Indonesia dikenai PPh final 20% dari bunga bruto, dipotong langsung oleh bank saat bunga dibayarkan — kamu tidak perlu melaporkannya lagi di SPT tahunan karena sifatnya sudah final. Aturannya ada di PP No. 131 Tahun 2000 dan diturunkan teknis di KMK No. 51/KMK.04/2001, berlaku sejak 1 Januari 2001.

Ada satu pengecualian: KMK 51/KMK.04/2001 Pasal 4 huruf a membebaskan dari pajak ini bila jumlah deposito atau tabungan tidak melebihi Rp 7.500.000. Kalkulator ini menerapkan ambang tersebut persis sesuai bunyi pasalnya — dicek dari nominal pokok yang kamu isi, bukan dari besar bunga yang dihasilkan.

Simulasi ARO (perpanjangan otomatis)

Banyak orang membiarkan depositonya diperpanjang otomatis (ARO) berkali-kali daripada mencairkannya setiap jatuh tempo. Nyalakan sakelar “Perpanjang otomatis (ARO)” di kalkulator ini untuk mensimulasikan itu: bunga bersih (setelah pajak) di setiap periode digabungkan ke pokok, sehingga periode berikutnya bunganya dihitung dari pokok yang sudah lebih besar — inilah yang membuat deposito ber-ARO tumbuh sedikit lebih cepat daripada sekadar “bunga dikali jumlah periode”.

Contoh perhitungan

Tanpa ARO. Rian mendepositokan Rp 50.000.000 dengan bunga 5% per tahun, tenor 3 bulan (90 hari). Bunga kotornya adalah Rp 50.000.000 × 5% × 90/365 = Rp 616.438. Karena pokoknya di atas Rp 7.500.000, bunga ini kena pajak final 20% = Rp 123.287, sehingga bunga bersih yang diterima Rian adalah Rp 616.438 − Rp 123.287 = Rp 493.151, dengan saldo akhir Rp 50.493.151.

Dengan ARO 4 kali (setara satu tahun). Bila deposito yang sama diperpanjang otomatis 4 kali berturut-turut (total setahun) dengan suku bunga yang sama tiap periode, bunga bersih yang terkumpul menjadi Rp 2.001.980 dan saldo akhirnya Rp 52.001.980 — sedikit lebih tinggi daripada seandainya bunga tiap periode dihitung dari pokok awal yang sama tanpa digabungkan (efek majemuk).

Di bawah ambang bebas pajak. Untuk deposito Rp 5.000.000 dengan bunga 4% per tahun, tenor 1 bulan (30 hari), bunga kotornya Rp 5.000.000 × 4% × 30/365 = Rp 16.438 — dan karena pokoknya tidak melebihi Rp 7.500.000, seluruh bunga ini bebas pajak, langsung menjadi bunga bersih.

Memilih tenor: pendek vs panjang

Tenor yang lebih pendek (1 bulan) memberi fleksibilitas — dananya cair lebih cepat dan kamu bisa menyesuaikan suku bunga atau memindahkan dana bila ada penawaran lebih menarik. Tenor yang lebih panjang (12 bulan) biasanya menawarkan suku bunga sedikit lebih tinggi di banyak bank, tapi dana terkunci lebih lama; mencairkannya sebelum jatuh tempo umumnya kena penalti yang mengurangi atau bahkan menghilangkan bunga yang sudah berjalan. Kalau kamu belum yakin butuh dananya dalam waktu dekat, tenor pendek dengan ARO memberi keseimbangan antara fleksibilitas dan kepraktisan — kamu bisa berhenti memperpanjang kapan saja tanpa penalti.

Yang perlu diperhatikan

Kalkulator ini memberi estimasi berdasarkan angka yang kamu masukkan sendiri — suku bunga riil, biaya administrasi, dan syarat pencairan sebelum jatuh tempo (penalti) ditentukan sepenuhnya oleh bank atau BPR tempat kamu membuka rekening, dan bisa berbeda dari asumsi di sini. Ambang bebas pajak Rp 7.500.000 dicek dari pokok deposito saat pertama dibuka; bila deposito diperpanjang (ARO), kalkulator ini mengasumsikan itu tetap dianggap deposito yang sama, bukan pembukaan rekening baru.

Perlu diingat juga bahwa deposito bukan satu-satunya cara menyimpan dana jangka pendek-menengah. Reksa dana pasar uang, misalnya, umumnya lebih likuid (bisa dicairkan sebagian tanpa penalti) meski imbal hasilnya tidak dijamin tetap seperti bunga deposito. Untuk dana darurat atau tujuan jangka pendek yang mungkin sewaktu-waktu dibutuhkan, bandingkan dulu kebutuhan likuiditasmu sebelum mengunci dana dalam deposito bertenor panjang.

Pertanyaan umum

Kenapa bunga deposito dipotong pajak 20%, padahal bunga tabungan biasa tidak?

Keduanya sebenarnya kena aturan yang sama — PPh final 20% berlaku untuk bunga deposito MAUPUN bunga tabungan biasa (termasuk giro dan diskonto SBI), bukan cuma deposito. Yang membedakan orang sering tidak sadar adalah nominalnya kecil di tabungan harian sehingga pajaknya juga kecil dan langsung dipotong bank tanpa terasa, sementara di deposito nominal bunganya lebih besar dan terlihat jelas di slip pencairan.

Apa itu ARO (Automatic Roll Over) dan kenapa mempengaruhi hasil akhir?

ARO adalah fasilitas bank yang otomatis memperpanjang deposito begitu jatuh tempo, tanpa kamu perlu datang ke bank lagi. Kalkulator ini mensimulasikan ARO sebagai bunga majemuk — bunga bersih tiap periode digabungkan ke pokok periode berikutnya, sehingga periode berikutnya menghasilkan bunga dari jumlah yang lebih besar. Semakin banyak periode ARO, semakin terasa efek majemuknya dibanding sekadar mengalikan bunga satu periode dengan jumlah periodenya.

Kenapa deposito Rp 5 juta di kalkulator ini bebas pajak?

KMK 51/KMK.04/2001 mengecualikan bunga deposito dan tabungan dari pemotongan pajak final selama nominal pokoknya tidak melebihi Rp 7.500.000. Ambang ini dicek dari nilai pokok deposito, bukan dari besar bunganya, dan berlaku persis di angka itu (Rp 7.500.000 masih bebas pajak, Rp 7.500.001 sudah kena).

Apakah suku bunga deposito bisa berubah setiap kali ARO?

Di dunia nyata, ya — bank berhak menyesuaikan suku bunga tiap deposito diperpanjang, mengikuti suku bunga acuan atau kebijakan bank saat itu. Kalkulator ini mengasumsikan suku bunga yang kamu masukkan tetap sama di semua periode ARO, sebagai estimasi paling sederhana. Untuk proyeksi jangka panjang, cek ulang suku bunga yang berlaku setiap kali deposito diperpanjang.

Dasar hukum:PP No. 131 Tahun 2000 Pasal 3 — PPh final 20% dari bunga bruto deposito/tabungan (Wajib Pajak dalam negeri)KMK No. 51/KMK.04/2001 Pasal 4 huruf a — dikecualikan bila jumlah deposito/tabungan tidak melebihi Rp 7.500.000Ditinjau oleh Pengelola Angkita · 20 Sep 2026
Hasil adalah estimasi berdasarkan regulasi yang dicantumkan, bukan nasihat pajak, hukum, atau keuangan. Selengkapnya .