Lompat ke konten
Investasi Rutin
angkita.com · Kalkulator Investasi Rutin · dicetak

Kalkulator Investasi Rutin

Proyeksikan saldo investasi dari setoran awal dan setoran rutin bulanan dengan asumsi imbal hasil tahunan pilihanmu sendiri, lengkap dengan tabel pertumbuhan.

Majemuk tahunanDitinjau 20 Sep 2026
% / tahun

Asumsi kamu sendiri — bukan jaminan return produk tertentu.

tahun

Bagaimana proyeksi ini dihitung

Kalkulator ini memproyeksikan pertumbuhan investasi dari dua sumber dana: setoran awal (opsional, sekali di awal) dan setoran rutin bulanan (berulang setiap bulan), yang sama-sama tumbuh dengan bunga majemuk berdasarkan ekspektasi imbal hasil tahunan yang kamu isi sendiri.

Setiap tahun, setoran-setoran bulanan yang masuk digabungkan menjadi total setoran tahun itu, lalu seluruh saldo (saldo awal tahun ditambah kontribusi tahun berjalan) ikut menghasilkan bunga. Tahun berikutnya, saldo yang sudah bertambah itu menjadi dasar perhitungan bunga lagi — inilah yang disebut bunga majemuk, dan efeknya baru terlihat jelas setelah beberapa tahun karena “bunga dari bunga” mulai menumpuk.

Kenapa dihitung per tahun, bukan per bulan?

Bunga majemuk bulanan yang sesungguhnya memerlukan perhitungan pemangkatan (angka dipangkatkan sebanyak jumlah bulan) yang hasilnya berupa pecahan sangat presisi. Supaya tabel pertumbuhan tetap mudah dibaca per tahun dan hasilnya konsisten, kalkulator ini menghitung bunga secara tahunan dengan pendekatan setengah-tahun: setoran bulanan yang masuk sepanjang tahun dianggap rata-rata mengendap setengah tahun sebelum ikut berbunga penuh. Pendekatan ini sedikit menyederhanakan angka riil, tapi cukup akurat untuk gambaran besar proyeksi jangka menengah-panjang, dan sudah dijelaskan sebagai peringatan di hasil kalkulator.

Membandingkan skenario imbal hasil

Karena imbal hasil investasi tidak pernah pasti, hasil kalkulator ini selalu menyertakan dua skenario pembanding: satu dengan imbal hasil 2 poin persen lebih rendah dari yang kamu isi (skenario konservatif), dan satu lagi 2 poin persen lebih tinggi (skenario optimistis). Bandingkan ketiganya untuk melihat seberapa besar hasil akhirmu bisa berubah hanya karena selisih asumsi imbal hasil — biasanya cukup signifikan, terutama untuk jangka waktu yang panjang.

Contoh perhitungan

Setoran rutin tanpa setoran awal. Nadia menyisihkan Rp 1.000.000 setiap bulan, tanpa setoran awal, dengan ekspektasi imbal hasil 8% per tahun selama 10 tahun. Total yang ia setorkan selama 10 tahun adalah Rp 1.000.000 × 12 × 10 = Rp 120.000.000. Dengan bunga majemuk tahunan, estimasi hasil investasinya adalah Rp 60.792.295, sehingga estimasi saldo akhirnya adalah Rp 120.000.000 + Rp 60.792.295 = Rp 180.792.295 — hasil investasinya lebih dari separuh total yang ia setorkan sendiri, berkat efek majemuk selama 10 tahun.

Setoran awal + setoran bulanan. Budi punya dana awal Rp 20.000.000 yang langsung diinvestasikan, ditambah setoran rutin Rp 500.000 per bulan, dengan ekspektasi imbal hasil 10% per tahun selama 5 tahun. Total setorannya adalah Rp 20.000.000 + (Rp 500.000 × 12 × 5) = Rp 50.000.000, dan estimasi saldo akhirnya adalah Rp 70.672.330 — estimasi hasil investasi sebesar Rp 20.672.330 dari jangka waktu yang jauh lebih pendek, karena setoran awal yang besar sudah ikut berbunga sejak tahun pertama.

Kenapa mulai lebih awal sangat berpengaruh

Efek bunga majemuk bekerja lewat waktu, bukan lewat besar setoran semata — semakin lama uang punya kesempatan “berbunga di atas bunga”, semakin besar porsi hasil investasi dibanding total setoran. Pada contoh Nadia di atas, hasil investasinya (Rp 60,79 juta) sudah lebih dari separuh total setorannya sendiri (Rp 120 juta) dalam 10 tahun; bila jangka waktunya diperpanjang jadi 20 tahun dengan setoran bulanan yang sama, porsi hasil investasi akan jauh melampaui total setoran, bukan sekadar berlipat dua. Inilah alasan nasihat “mulai investasi sedini mungkin” sering muncul — menunda beberapa tahun berarti kehilangan tahun-tahun awal yang justru paling berharga untuk pertumbuhan majemuk, meski nominal setoran bulanannya sama.

Batasan & yang perlu diperhatikan

Ini BUKAN kalkulator produk investasi tertentu — tidak ada reksa dana, saham, atau instrumen spesifik yang dijamin memberi imbal hasil sebesar yang kamu isi. Proyeksi ini juga belum memperhitungkan pajak (misalnya pajak atas keuntungan reksa dana atau dividen saham), biaya pengelolaan (management fee), maupun inflasi yang mengikis nilai riil uang di masa depan. Gunakan angka di sini sebagai gambaran kasar untuk membantu menentukan target setoran rutin, bukan sebagai jaminan atau nasihat investasi — untuk keputusan investasi yang sesungguhnya, pelajari prospektus produk yang kamu minati atau konsultasikan dengan perencana keuangan berlisensi.

Pertanyaan umum

Apakah angka saldo akhir yang ditampilkan itu dijamin?

Tidak. Kalkulator ini murni proyeksi matematis berdasarkan asumsi imbal hasil tahunan yang KAMU masukkan sendiri, dianggap tetap sama setiap tahun. Imbal hasil investasi sungguhan (reksa dana, saham, obligasi, dan sejenisnya) naik turun dari tahun ke tahun dan bisa saja negatif (rugi) di tahun tertentu — tidak ada produk investasi yang bisa menjamin angka tetap seperti ini.

Kenapa hasilnya sedikit berbeda dari kalkulator investasi aplikasi atau bank lain?

Kalkulator ini menghitung bunga secara TAHUNAN dengan pendekatan setengah-tahun untuk setoran bulanan (menganggap setoran rutin rata-rata mengendap separuh tahun sebelum ikut berbunga), bukan majemuk bulanan penuh. Pendekatan ini dipilih supaya tabel pertumbuhan per tahun mudah dibaca dan seluruh perhitungan tetap konsisten; kalkulator lain yang menghitung majemuk bulanan bisa memberi angka sedikit lebih tinggi atau lebih rendah untuk asumsi yang sama.

Berapa persen imbal hasil tahunan yang realistis untuk diasumsikan?

Ini tergantung sepenuhnya pada instrumen yang kamu pilih dan tidak bisa dijawab satu angka untuk semua orang — deposito dan reksa dana pasar uang biasanya di kisaran bunga acuan bank sentral, reksa dana pendapatan tetap atau campuran cenderung lebih tinggi dengan risiko lebih besar, dan saham atau reksa dana saham historisnya lebih tinggi lagi tapi jauh lebih fluktuatif. Gunakan kalkulator ini dengan beberapa asumsi berbeda (lihat baris "Skenario konservatif" dan "Skenario optimistis" di hasil) untuk melihat rentang kemungkinan, bukan angka tunggal yang pasti.

Apa bedanya kalkulator ini dengan Kalkulator Deposito?

Kalkulator Deposito menghitung bunga deposito riil (termasuk pajak final 20%) untuk SATU produk simpanan dengan tenor tertentu. Kalkulator Investasi Rutin ini untuk skenario yang lebih umum — setoran rutin bulanan ke instrumen apa pun (reksa dana, saham, atau kombinasinya) dengan asumsi imbal hasil yang kamu tentukan sendiri, tanpa memperhitungkan pajak atau biaya produk tertentu.

Dasar hukum:Konsep bunga majemuk (compound interest) dan nilai masa depan setoran rutin (anuitas) — matematika keuangan standarDitinjau oleh Pengelola Angkita · 20 Sep 2026
Hasil adalah estimasi berdasarkan regulasi yang dicantumkan, bukan nasihat pajak, hukum, atau keuangan. Selengkapnya .