Cara menghitung IPK
IPK adalah rata-rata tertimbang: setiap nilai huruf diubah menjadi bobot, dikalikan dengan SKS mata kuliahnya, dijumlahkan, lalu dibagi dengan total SKS.
IPK = Σ(bobot × SKS) ÷ ΣSKS
Bobot mengikuti skala kampus. Skala yang paling umum di Indonesia adalah A = 4,00, A- = 3,70, B+ = 3,30, B = 3,00, B- = 2,70, C+ = 2,30, C = 2,00, D = 1,00, dan E = 0,00. Ini berbeda dari kalkulator GPA asing yang mengenal A+ atau bobot 4,3 — angka semacam itu tidak dipakai kampus di Indonesia dan akan menghasilkan IPK yang keliru.
Mata kuliah ber-SKS besar memengaruhi hasil lebih kuat. Nilai B pada mata kuliah 4 SKS “lebih berat” daripada nilai A pada mata kuliah 2 SKS, karena yang dirata-rata adalah bobot per SKS, bukan bobot per mata kuliah.
Cara memakai kalkulator ini
- Isi nilai huruf dan SKS tiap mata kuliah semester ini. Nama mata kuliah boleh dikosongkan.
- Untuk melihat IPK kumulatif, isi IPK saat ini dan SKS yang sudah ditempuh sebelum semester ini.
- Pilih target IPK lulus dan pastikan total SKS lulus sesuai kurikulummu (S1 umumnya 144 SKS).
- Buka Rincian langkah untuk melihat perhitungan baris demi baris, lalu salin, bagikan, atau simpan sebagai gambar.
Semua hitungan berjalan di browser. Daftar mata kuliahmu hanya tersimpan di perangkat ini.
Predikat kelulusan
Sebagian besar perguruan tinggi memakai ambang berikut untuk lulusan diploma dan sarjana:
| IPK | Predikat |
|---|---|
| 3,51 – 4,00 | Pujian (cum laude) |
| 3,01 – 3,50 | Sangat Memuaskan |
| 2,76 – 3,00 | Memuaskan |
Ambang ini berasal dari Standar Nasional Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti 44/2015 Pasal 25) dan masih dipakai luas. Peraturan penjaminan mutu yang berlaku sekarang, Permendiktisaintek 39/2025, menyerahkan rincian predikat kepada masing-masing perguruan tinggi. Karena itu kampusmu bisa menambahkan syarat lain untuk predikat Pujian, yang paling sering adalah batas masa studi dan tidak adanya nilai di bawah B atau C. Bila peraturan akademik kampusmu berbeda, peraturan kampuslah yang berlaku.
Contoh perhitungan
Dimas mengambil empat mata kuliah semester ini:
| Mata kuliah | Nilai | SKS | Bobot × SKS |
|---|---|---|---|
| Kalkulus II | A (4,00) | 3 | 12,00 |
| Struktur Data | B+ (3,30) | 4 | 13,20 |
| Bahasa Indonesia | A- (3,70) | 2 | 7,40 |
| Basis Data | B (3,00) | 3 | 9,00 |
Jumlah mutu 41,60 dari 12 SKS, sehingga IPS = 41,60 ÷ 12 = 3,47.
Sebelumnya Dimas punya IPK 3,42 dari 84 SKS. IPK kumulatifnya menjadi (3,42 × 84 + 41,60) ÷ 96 = 3,43, masih di rentang Sangat Memuaskan.
Dimas ingin lulus dengan predikat Pujian di 144 SKS. Setelah semester ini tersisa 48 SKS, jadi IP minimal yang harus ia raih rata-rata di sisa studinya adalah (3,51 × 144 − 328,88) ÷ 48 = 3,68. Karena tidak melebihi 4,00, target itu masih mungkin. Seandainya dihitung sebelum semester ini berjalan — dari IPK 3,42 dengan 60 SKS tersisa — angkanya 3,64; hasil semester ini yang sedikit di bawah itu membuat syarat ke depannya naik.
Membaca perencana target
IP minimal selalu dibulatkan ke atas, karena membulatkan ke bawah bisa membuat target meleset tipis. Kalkulator menampilkan salah satu dari empat keadaan:
- Masih mungkin — IP minimal berada di antara 0,00 dan bobot tertinggi skala.
- Sudah aman — dengan nilai berapa pun di sisa SKS, target tetap tercapai.
- Tidak mungkin tercapai — IP minimal melebihi bobot tertinggi. Pertimbangkan target yang lebih realistis, atau cek apakah kampusmu mengizinkan perbaikan nilai.
- SKS sudah terpenuhi — tidak ada lagi SKS tersisa untuk mengubah IPK.
Perencana ini mengasumsikan semua SKS tersisa benar-benar diambil dan tidak ada mata kuliah yang diulang. Mengulang mata kuliah bernilai rendah biasanya menaikkan IPK lebih cepat daripada yang ditunjukkan di sini.
Perlu diingat, hasil di sini adalah perencanaan berbasis angka, bukan transkrip resmi. Aturan kampus seperti batas nilai minimal untuk kelulusan, status mata kuliah wajib, atau kebijakan perbaikan nilai tidak ikut dihitung — selalu bandingkan dengan peraturan akademik dan transkrip dari bagian akademik kampusmu.
Pertanyaan umum
Berapa IPK minimal untuk CPNS dan beasiswa?
Tidak ada satu angka yang berlaku umum. Banyak formasi CPNS dan beasiswa memasang syarat IPK antara 2,75 dan 3,00 untuk lulusan S1, tetapi tiap instansi dan tiap tahun bisa berbeda. Selalu cek pengumuman resmi formasi atau beasiswa yang kamu incar, lalu masukkan angkanya sebagai target di kalkulator ini.
Apakah nilai D dan E ikut dihitung?
Ya. Selama mata kuliah itu tercatat di transkrip, bobotnya (D = 1,00 dan E = 0,00 pada skala umum) ikut dikalikan dengan SKS dan masuk ke pembagi. Itu sebabnya satu nilai E pada mata kuliah 4 SKS bisa menurunkan IP semester cukup jauh.
Bagaimana kalau kampus saya memakai skala berbeda?
Pilih "Ubah bobot", lalu pilih skala yang dipakai kampusmu — misalnya skala A, AB, B, BC — atau ketik sendiri bobot tiap huruf. Bobot yang kamu ubah tersimpan di perangkatmu dan ikut terbawa saat hasilnya dibagikan.
Apa bedanya IPS dan IPK?
IPS (indeks prestasi semester) hanya menghitung mata kuliah pada satu semester. IPK (indeks prestasi kumulatif) menghitung semua mata kuliah sejak semester pertama. Isi IPK dan SKS sebelumnya agar kalkulator menggabungkan keduanya.
Bagaimana menghitung mata kuliah yang diulang?
Kebanyakan kampus hanya memakai nilai terbaik atau nilai terakhir untuk mata kuliah yang diulang, dan SKS-nya dihitung satu kali. Masukkan nilai yang diakui kampusmu saja; aturan persisnya ada di peraturan akademik masing-masing kampus.
