Lompat ke konten
PPh 21 Harian
angkita.com · PPh 21 Pegawai Harian · dicetak

PPh 21 Pegawai Harian

Hitung PPh 21 pegawai tidak tetap berupah harian, mingguan, atau borongan memakai TER harian sesuai PP 58/2023, lengkap dengan rincian langkahnya.

PP 58/2023Ditinjau 20 Sep 2026

PPh 21 untuk pegawai tidak tetap

Pegawai tidak tetap — buruh harian lepas, pekerja borongan, atau penerima honorarium yang dibayar per hari kerja — dikenakan PPh 21 dengan tabel TER harian tersendiri, TERPISAH dari tabel TER bulanan (kategori A/B/C) yang dipakai pegawai tetap. Bedanya penting: TER harian tidak bergantung status PTKP — siapa pun, menikah atau belum, dengan tanggungan atau tidak, dikenakan tabel yang sama.

Tabel TER harian resmi hanya punya dua lapisan:

Upah sehari Tarif
Sampai Rp 450.000 0%
Rp 450.001 – Rp 2.500.000 0,5%

Di atas Rp 2.500.000 sehari, skema TER harian tidak lagi berlaku — perhitungannya beralih ke penyetahunan dengan tarif progresif Pasal 17, yang mekanismenya berbeda dan tidak dicakup kalkulator sederhana ini.

Cara memakai kalkulator ini

  1. Hitung upah rata-rata sehari: bagi total upah (harian, mingguan, atau borongan) dengan jumlah hari kerja yang diwakilinya.
  2. Masukkan angka itu ke kolom “Upah sehari”.
  3. Baca tarif dan PPh 21 yang berlaku untuk upah sehari tersebut.

Contoh perhitungan

Doni bekerja sebagai buruh harian lepas dengan upah Rp 300.000 per hari. Karena Rp 300.000 masih di bawah ambang Rp 450.000, PPh 21-nya Rp 0 — upahnya bebas pajak harian sepenuhnya.

Rekan kerjanya, Eka, mendapat upah borongan Rp 2.500.000 untuk pekerjaan 5 hari, sehingga upah rata-rata seharinya Rp 500.000. Karena Rp 500.000 berada di lapisan kedua (Rp 450.001–Rp 2.500.000), tarifnya 0,5%, sehingga PPh 21 Eka adalah 0,5% × Rp 500.000 = Rp 2.500 per hari, atau total Rp 12.500 untuk 5 hari borongan tersebut.

Beberapa titik lain di tabel yang sama, untuk gambaran lebih lengkap:

Upah sehari Tarif PPh 21 sehari
Rp 450.000 0% Rp 0
Rp 450.001 0,5% Rp 2.250
Rp 1.000.000 0,5% Rp 5.000
Rp 2.500.000 0,5% Rp 12.500
Rp 2.500.001 Pasal 17 × 50% di luar kalkulator ini

Perhatikan bahwa batas Rp 450.000 bersifat inklusif (upah TEPAT Rp 450.000 masih 0%) sementara begitu melewatinya satu rupiah saja, tarif 0,5% langsung berlaku atas SELURUH upah hari itu, bukan hanya atas kelebihannya — berbeda dari cara kerja tarif progresif Pasal 17 yang berlapis.

Upah harian vs upah bulanan

Perbedaan mendasar antara TER harian dan TER bulanan bukan soal besar kecilnya penghasilan, melainkan CARA penghasilan itu dibayarkan. PMK 168/2023 membedakan keduanya: penghasilan yang dibayar berdasarkan jumlah hari kerja, unit hasil, atau borongan memakai TER harian (dua lapisan sederhana di atas); penghasilan yang dibayar bulanan tetap memakai TER bulanan kategori A/B/C berdasarkan PTKP. Kalkulator ini menghitung pajak PER HARI atau PER TRANSAKSI sesuai tabel TER harian dasar — untuk situasi yang lebih kompleks (misalnya akumulasi penghasilan dari pemberi kerja yang sama sepanjang bulan, atau status kepegawaian yang berubah di tengah bulan), konsultasikan dengan bagian payroll atau konsultan pajak, karena aturan turunannya cukup rinci dan berada di luar cakupan kalkulator sederhana ini.

Bukan pengganti PPh 21 pegawai tetap

Kalkulator ini khusus untuk pegawai tidak tetap. Bila kamu pegawai tetap dengan gaji bulanan reguler, pakai Kalkulator Gaji Bersih yang memakai tabel TER bulanan kategori A/B/C berdasarkan status PTKP.

Siapa saja yang termasuk pegawai tidak tetap?

Dalam praktiknya, kategori ini mencakup beragam jenis pekerjaan: buruh bangunan yang dibayar per hari kerja, pekerja pabrik lepas musiman, kru produksi acara yang dibayar per hari syuting, hingga pekerja borongan yang diupah berdasarkan jumlah unit pekerjaan yang selesai (misalnya per meter persegi pengecatan, atau per unit barang yang dirakit). Ciri umumnya: tidak ada gaji bulanan tetap yang dijanjikan di muka, dan besaran penghasilan berubah-ubah tergantung hari kerja atau hasil yang diselesaikan.

Bukti potong dan kewajiban pemberi kerja

Sekecil apa pun PPh 21 yang dipotong — termasuk Rp 0 untuk upah di bawah ambang — pemberi kerja tetap wajib membuat bukti potong dan melaporkannya dalam SPT Masa PPh 21/26. Sebagai pekerja harian, kamu berhak meminta bukti potong ini sebagai catatan resmi penghasilan dan pajak yang sudah dipotong, yang bisa berguna saat melaporkan SPT Tahunan pribadi di akhir tahun, terutama bila kamu bekerja untuk beberapa pemberi kerja berbeda sepanjang tahun.

Pertanyaan umum

Siapa yang termasuk "pegawai tidak tetap"?

Pegawai yang hanya bekerja berdasarkan jumlah hari kerja, unit hasil pekerjaan, atau borongan yang diselesaikan — bukan pegawai bulanan tetap. Contohnya buruh harian lepas, pekerja borongan, dan penerima honorarium yang dibayar per hari kerja.

Kenapa upah di bawah Rp 450 ribu tidak kena pajak sama sekali?

Karena lapisan pertama tabel TER harian PP 58/2023 memang menetapkan tarif 0% untuk upah sehari sampai Rp 450.000. Ini berfungsi seperti ambang batas bebas pajak harian, mirip konsep PTKP tapi dihitung per hari, bukan per tahun.

Upah sehari saya Rp 3 juta — kenapa kalkulator ini tidak bisa menghitungnya?

Tabel TER harian resmi hanya mengatur upah sehari sampai Rp 2.500.000. Di atas itu, perhitungannya beralih ke tarif progresif Pasal 17 dengan mekanisme penyetahunan yang berbeda dan di luar cakupan kalkulator sederhana ini — konsultasikan dengan bagian payroll atau konsultan pajak.

Apakah upah mingguan atau borongan dihitung dengan cara yang sama?

Prinsipnya sama — upah dibagi jumlah hari kerja yang mewakilinya untuk mendapat upah rata-rata sehari, lalu upah rata-rata sehari itu yang dicocokkan ke tabel TER harian. Kalkulator ini meminta kamu memasukkan upah rata-rata sehari secara langsung; hitung dulu sendiri (upah mingguan ÷ jumlah hari kerja minggu itu) sebelum mengisi.

Dasar hukum:PP No. 58 Tahun 2023 tentang Tarif Pemotongan PPh Pasal 21PMK No. 168 Tahun 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan PPh Pasal 21 TERDitinjau oleh Pengelola Angkita · 20 Sep 2026
Hasil adalah estimasi berdasarkan regulasi yang dicantumkan, bukan nasihat pajak, hukum, atau keuangan. Selengkapnya .